Selasa, 12 April 2011

Geomatics Islamic Study (GIS)


Sekilas tentang GIS
GIS (Geomatic Islamic Study) merupakan salah satu lembaga dakwah jurusan yang berada di lingkungan Teknik Geomatika yang berorientasi untuk mensyiarkan islam. Menurut sejarah, GIS berdiri pada tahun 2003 atas inspirasi dari salah seorang akhwat waktu itu. Dengan adanya GIS ini, diharapkan mahasiswa Teknik Geomatika tidak tertinggal dari pengetahuan agama islam yang mana ilmu ini sangat penting untuk dipelajari sebagai bekal untuk perjalanan nanti di akhirat tanpa mengesampingkan ilmu dunia. Selain itu, mahasiswa akan lebih mengerti akan makna dia hidup di Dunai ini yang mana tugasnya untuk beribadah kepada Allah.

“dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan , menyuruh kepada yang makruf , dan mencegah dari yang mungkar. mereka itulah orang – orang yang beruntung”( QS 3: 104 ) ”

Selama ini GIS berada di bawah HIMA dan menjadi salah satu BSOnya. Dengan menjadi BSO (Badan Semi Otonom) dari HIMA, itu menjadi suatu keuntungan dari segi pendanaan dan kedekatan dengan pengurus HIMA, sehingga secara tidak langsung GIS bisa mempengaruhi HIMA meskipun hanya sedikit. Sumber pendanaan GIS berasal dari HIMA dan Donatur.
Prodak yang sudah dilakukan GIS hingga saat ini adalah kajian, mabit, perkenalan LDJ ke maba, seminar, dan marhalah 1 jurusan, mading, dan mentoring.
Akan tetapi diluar itu, bisa dibilang pergerakan underground, GIS juga mempunyai alur kordinasi dengan JMMI dan LDJ lainnya se ITS. Dimana JMMI sebagai LDK dan LDJ lain se ITS sebagai pertimbangannya.

Visi
- Terbentuknya Mahasiswa Muslim Teknik Geomatika yang beraqidah lurus dan berakhlakul karimah
- Menjadikan Mahasiswa Muslim Teknik Geomatika mengerti akan ilmu islam
- Adanya suasana keislaman di Jurusan Teknik Geomatika shingga antar mahasiswa bisa saling nasehat-menasehati untuk selalu berperilaku positif.

Misi
- Peningkatan kualitas ilmu agama dengan cara pembinaan rutin dan berkelanjutan
- Meningkatan kegiatan dakwah kajian Islam di Teknik Geomatika
- Menciptakan suasana yang islami agar lebih terjaga pergaulannya
- Saling mengingatkan antar sesama muslim ketika berbuat maksiat

“ Demi masa, sesungguhnya setiap manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran”. (QS. Al ‘Ashr : 1-3)

“ Dan tolong-menolonglah dalam kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam perkara dosa dan permusuhan”

SUSUNAN KEPENGURUSAN GIS
PERIODE 2010/2011
TEKNIK GEOMATIKA ITS



job Description :
a. Ketua
- Bertanggung jawab atas semua proses kegiatan yang berlangsung
- Memantau, Mengevaluasi dan Bertanggung jawab mengenai kenerja GIS selama 1 tahun kepenguruasan
-
b. Sekretaris
- Sebagai pusat pengaturan jalur surat-menyurat
- Menggantikan posisi ketua umum jika berhalangan

c. Biro Syiar Islam
- Mengatur Kegiatan keIslaman yang berhubungan dengan penyampaian Islam.
- Menatur fungsi kaderisasi

d. Biro Keputrian
Mengatur Kegiatan keIslaman yang berhubungan dengan masalah keputrian

Pengurus GIS 2010/2011
Ketua : Fadhoelor Rohman
Sekretaris : M. A. Rouf S.
Biro Syiar Islam :
Ketua : Kukuh Danu P
Anggota : - Ahmad Fiki F
- Riski Sandi
- Ahmad Muhajir
Biro Keputrian :
Ketua : Rina Fitriana
Anggota : - Mita Asyita





Daftar
Ketua Lembaga Dakwah Jurusan
Teknik Geomatika
Geomatics Islamic Study


2007/2008 Johan Septian Faroby (G 7)
2008/2009 M. Mubarok (G 8)
2009/2010 Imam Bukhori (G 9)
2010/2011 Fadhoelor Rohman (G 10)

Antara Realistis, Idealis, dan Perasaan

Menjadi diriku dengan segala kekurangan
Menjadi diriku atas kelebihanku
Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa yang tak mungkin sempurna
Pernah ku bangga atas yang apa yang ku punya
Setiap waktu kunikmati atas apa yang kumiliki

Menjadi diriku – edcoustic


Berawal dari suatu pertemuan awal yang insya Allah bertemu karena Allah, Mereka berusaha untuk merumuskan sesuatu, dimana kedepannya akan mereka laksanakan apapun resikonya, apapun halangannya, akan tetap mereka terjang. Istilahnya adalah kerjakan dan perbaiki sambil jalan. Bahkan mereka sudah membuat suatu janji, dimana mereka akan terus mengingatnya. Dengan keterbatasan ilmu yang ada, itu tidak membuat hati mereka menjadi kecil, bahkan dengan saling menguatkan, akhirnya mereka bisa bertahan.
Sempat tercetus suatu ketidak percayaan dimana ada salah satu diantara mereka bertanya, apakah benar, kita akan berada dijalan ini dan menuju janji-janji awal yang pernah terucap dan dituliskan secara implisit?? Tetapi, dengan sigap salah satu lagi menimpali dan berusaha untuk meyakininya bahwa kita bisa, kita mampu selama kita tetap bersama-sama menjalaninya, dan tentu saja saling memahami. Akhirnya pun keyakinan itu mulai menguat kembali dengan suatu harapan yang tinggi dan besar. Bahkan bisa dikatakan, tidak ada yang bisa menjatuhkan mereka selama pengaruh itu tidak dari internal. Bila eksternal mungkin masih bisa.
Dan itu terbukti, tidak ada yang tidak mudah tapi juga tidak ada yang tidak mungkin, semua perlu pengorbanan. Halangan dan rintangan seperti apapun dapat diatasi karena mereka sudah yakin, saling percaya dan saling menjaga. Tidak ada keraguan didalamnya, karena mereka memang benar-benar teruji. Meskipun terkadang kesalahpahaman terjadi diantara mereka, silang pendapat, atau kejenuhan, itu tidak membuat keyakinan mereka menjadi pudar, mereka yakin itu adalah suatu asam garam kehidupan yang akan berguna di esok hari. Bukankah itu salah satu proses dalam memahami karakter. Selain itu juga, bila tidak ada silang pendapat, bisa saja diantara mereka tidak terjadi komunikasi dengan baik. Karena orang yang tidak punya masalah merupakan suatu masalah. Istilahnya diambil yang baik saja, itulah yang bisa membuat kita menjadi rendah hati. Melihat hal-hal yang buruk sekalipun tapi bisa mengambil hikmahnya.
Akan tetapi, dengan bertambahnya ilmu disalah satunya, sedangkan dilain sisi orang yang lain terdapat penambahan imu juga. Sedikit demi sedikit, apa yang sudah diemban menjadi goyah. Tetapi sebenarnya, apa yang mereka cita-citakan itu belum terwujud, mereka masih menuju kearah sana. Dengan adanya kegoyahan, silang pendapat yang ada menjadi lebih hebat. Meskipun salah satunya masih menganggap ini sebagai salah satu proses pemahaman tapi dilain sisi jalan pikiran mereka sudah tidak bisa disatukan.
Mulailah timbul perasaan, mengapa hanya satu orang yang harus mengalah terus, mengapa mereka tidak mau memahami posisi yang lain, bagaimana dengan tujuan awal yang sudah jelas-jelas ditetapkan dari awal yang tanpa paksaan, akan tetap berada di jalan ini apapun yang terjadi. Bahkan ketika ditanyakan tentang kepastian, dijawabnya pun hanya untuk membuat mengambnag bahkan bila dilihat dari apa yang dijawab, terlihat jelas bahwa salah satu diantara mereka memang ingin keluar. Hal ini membuat yang lain seperti dihempaskan dari atas, dimana awalnya mereka terbang tinggi, semua halangan eksternal dapat dihadapi, tetapi tantangan internal ternyata lebih dalam dan dapat menggoyahkan hal yang sudah ada.
Saat ini, semua seperti mengambang, tidak ada kepastiian, hal yang dapat disarankan adalah, fokuslah pada apa yang sekarang dikerjakan, tidak usah memikirkan hal/mereka yang sudah ingin keluar. Karena dengan bertambahnya ilmu maka orang tersebut semakin paham tapi saying itu digunakan untuk semakin menolak. Meskipun katanya itu sakit, tapi sakit itu lebih baik sekarang daripada nanti. Tetapi apakah orang tersebut tidak memikirkan yang lainnya, yang awalnya orang lain itu yakin karena dia, tetapi apa yang diatakannya tidak diyakini olehnya.
Sehingga apa yang telah dibuat bersama, bersama untuk berjuang menjadi sia-sia, dan apakah akan dipersatukan lagi?? Sepertinya sulit, karena memang sudah sedikit berbeda tujuan. Bila terus dipaksakan, hal ini juga tidak baik, bila dibiarkan juga tidak baik.
Ada yang punya saran???

Memang semua sudah ditentukan oleh Allah melalui takdirnya, tapi bukannya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sebelum kaum itu me

Minggu, 10 April 2011

Ketika ...

Berawal dari keinginan yang sangat menggebu-gebu dari seorang dosen di Kampus Tercinta. Belajar / melanjutkan studi ke luar negeri. Beliau saat ini masih mengambil Ph. D di salah satu Negara di kawasan Asia Pasifik. Pengumuman penerimaan sudah ditangan. Akan tetapi satu ujian mulai muncul, dalam surat penerimaan tersebut, disyaratkan untuk mempelajari TOEFL kembali. Saat itu, nilai IELTS harus 6.5, akan tetapi beliau hanya mendapat 6,0 dari hasil reading, writing, speaking, listening IELTS.Beliau sudah berulang kali tes tapi hasilnya tetap 6.0, padahal sekali tes menghabiskan dana sekitar 1,5 juta. Dengan penuh harapan, akhirnya Beliau menghubungi professor yang akan ia tempuh untuk kuliah di luar negeri. Mungkin kalau di kampus kita seperti dosen wali, entah karena gelarnya sudah prof. atau panggilannya disana tidak ada dosen wali akhirnya dipanggil prof.
Singkat cerita, Sang Prof tadi menjawab, “sudah kamu kesini saja, gpp kok kalau IELTSmu belum mencapai 6.5, kan tinggal sedikit. Nanti belajar disini saja. Kan bisa.
Jawaban dari sang prof tadi tentu saja menumbuhkan semangat dalam hidupnnya. Akhirnya beliau bersama dengan keluarganya langsung terbang ke salah satu Negara yang pernah dijajah Inggris. Karena apa, walaupun beliau sekolah Ph. D, tetapi peraturan disana mengatakan tiap mahasiswa yang memperoleh beasiswa dan sudah mempunyai anak, maka anaknya bisa belajar dengan gratis. Saat itu anaknya akan masuk SD setara dengan kelas 1 SD.
Selama kurang lebih 2 – 3 jam perjalan dengan pesawat, sampailah beliau ke Selandia Baru. Esoknya beliau langsung menuju ke kampus yang akan memberikannya ilmu yang bermanfaat. Setelah sampai di bagian tata usaha, pegawainya bilang, “maaf, prof. anda sedang sekarat karena terkena kanker prostat”. Seperti dihantam suatu cobaan yang sangat berat saja. Semangat yang tadinya membumbung tinggi, seperti dihempaskan kebawah. Sehingga saat itu agak sulit untuk bangkit. Inilah ujian pertama yang dialami ketika sudah berada di negeri orang. Kenapa kok disana prof sangat berharga sekali, karena prof disana hampir sama bertugas seperti dosen wali. Bila prof itu sudah mengalami suatu gangguan dimana dia tidak bisa mengurus lagi mahasiswanya, maka mahasiswa yang bersangkutan pun akan terkatung-terkatung. Niat ingin pulang ke Indonesia pun muncul. Tapi mau bagaimana lagi, beliau sudah mendaftar les bahasa Inggris disana dengan biaya yang tidak sedikit. Akhirnya dengan terpaksa beliau tetap disana dan belajar les di Negara tersebut.
Sambil menjalani les, beliau mencari terus prof penggantinya. Singkat cerita akhirnya ketemu prof pengganti. Ketika beliau menemui prof pengganti ini, prof ini langsung menghardiknya. “Kamu kan tahu kalau syarat beasiswa ini harus punya IELTS 6.5, kenapa kamu sudah kesini? Untuk yang kedua kali, niatan ingin pulang ke Indonesia dating. Inilah ujian keduanya. Akhirnya beliau menghubungi orang Indonesia yang pernah kuliah di tempat yang sama tetapi sekarang sudah bekerja di BPPT. Sebut saja namanya bapak danu. Intinya beliau meminta bantuan untuk dimudahkan, akan tetapi pak danu ini tidak bisa karena bukan bagian dalam kampus meskipun dulunya pak danu ini pernah menjadi asdos. Sebagai gantinya, pak danu ini menawarkan untuk pindah tempat kuliah ke Victoria yang sebelumnya di wellington. Karena pak danu ini mendapat proyek untuk pembuatan 3D modeling survey gelombang pasang surut dari kampus di wellington ini. Akhirnya beliau mau dengan tetap les bahasa inggris.
Singkat cerita kembali, proyek yang akan dikerjakan beliau dengan pak danu dibatalkan karena dana yang akan digunakan proyek akan dialihkan ke korban bencana gempa dan tsunami yang menimpa Selandia Baru. Untuk yang ketiga kali, niatan ingin pulang ke Indonesia dating lagi, karena memang sangat kecil kemungkinannya untuk melanjutkan studi. Disaat yang bersamaan, istri beliau juga drop karena anak-anak belum bisa sekolah karena ayahnya belum kuliah, bila dipaksakan masuk sekolah, maka biayanya sekitar 80 juta sekali masuk. Akhirnya beliau pulang ke Indonesia. . .
--------------
Beberapa bulan yang lalu, saat beliau masih di Indonesia, beliau mengajarkan mata kuliah yang diampunya dengan tidak enak, apakah ini bagian dari itu, Allahualam
--------------
Semangat bapak, kami mohon maaf juga pabila waktu kami diajari, kami tidak memperhatikan, kesalahan bukan hanya pada bapak, tapi ada di kami juga sebagai mahasiswa. Semoga Bapak diberi kemudahan oleh Allah SWT. Dan Allah memberikan yang terbaik



Hikmah yang sedikit bisa diambil
1. Baik-baiklah dengan prof, buka networking
2. Sempat2lah belajar selama masih muda, bukankah Rasul pernah mengajarkan “manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara”
3. Apa yang dipetik esok hari adalah hasil apa yang dilakukan sekarang. Persiapkan dirimu
4. QS Al Zalzalah ayat 7 - 8

Rabu, 06 April 2011

Masyarakat Madani

Keberdayaan masyarakat Warga Madani dicirikan dengan timbulnya
1. KESADARAN
bahwa, meraka paham akan haknya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta sanggup menjalankan kewajiban dan tanggung jawab untuk tercapainya kualitas lingkungan hidup yang dituntutnya.
2. BERDAYA
yaitu mampu melakukan tuntutan mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat.
3. MANDIRI
dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokal untuk menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya.
4. MEMPERJUANGKAN
aspirasi dan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik
5. sehat secara terus menerus, tetapi juga melakukan INISIATIF lokal.

Muktamar Dakwah Kampus ITS


Muktamar Dakwah Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (MDK ITS) telah selesai. Tapi bukan berarti hal ini langsung selesai dengan sendirinya. Dari sinilah seharusnya gambaran Dakwah Kampus ITS berawal menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Berawal dari kepengurusan saat ini yang memberikan julukan Kabinet Sinegisitas Dakwah (KSD), maka Sinergisitas mempunyai fokusan penting dalam kepengurusan LDK ITS yaitu JMMI (Jamaah Masjid Manarul ilmi). KSD sendiri melihat kondisi seperti ini sudah sangat lama. Sudah 21 tahun JMMI berdiri (sejak 1989), tetapi belum ada kerjasama antara LDJ dan JMMI secara signifikan. Bila dilihat dari awalnya sinergisitas ini, JMMI bisa dikatakan sudah terlambat. Bandingkan dengan Gamais ITS yang mulai merintis sejak tahun 2000, Janur UKMKI Unair sejak 2006, dan JMMI ITS sendiri baru mulai di pertengahan 2010. Tapi tidak ada kata terlambat untuk hambaNya yang ingin belajar dan lebih bermanfaat untuk yang lain. Mulai dari tanggal 1 – 3 April 2011, rangkaian kegiatan MDK ITS diadakan. Mulai dari GO MDK yang berisi tentang Seminar Motivasi, Sekolah Singkat LDJ, Temu Alumni JMMI, dan acara puncaknya adalah Muktamar Dakwah Kampus itu sendiri.
Muktamar Dakwah Kampus pun berlangsung selama satu hari penuh mulai dari pukul 07.00 hingga 17.30. Seperti muktamar diberbagai kampus yang lain. Muktamar Dakwah Kampus ini berisi sidang-sidang, yaitu sidang komisi dan sidang pleno. Komisi-komisi ini dibagi menjadi 4. Komisi Kaderisasi, Kelembagaan, Syiar dan Keputrian. Kenapa hanya empat komponen ini saja yang dimasukkan? Dimana tentang pendanaan?, penjaringan sponsor dan donatur? Atau bahkan pemahaman tentang dakwah kampus? Bila melihat dari Komisi yang ada, maka empat komisi tersebut merupakan pilar utama dalam kegiatan dakwah. Dimana Kaderisasi mengurusi tentang kadernya, Syiar mengurusi cara membuat kegiatan dengan marketing yang wah, Keputrian yang bertanggung jawab dengan kader akhwatnya, hingga kelembagaan yang berfungsi sebagai langkah awal dalam berorganisasi.
MDK ITS yang dibuka oleh ketua TPKI (Tim Pembina Kerohanian Islam) ITS, yaitu Bapak Dr. rer. nat. Triwikantoro, M.Sc. dan Ketua Umum JMMI ITS yaitu Refi Efendi berlangsung dengan tertib, hingga datanglah acara pembahasan tata tertib untuk MDK ITS. Saat pembahasan tata tertib, ketegangan antara peserta sidang dengan pimpinan sidang agak memanas. Hal ini disebabkan karena tidak terjadinya saling memahami antara peserta dan pimpinan. Di satu sisi, pimpinan ingin menyelesaikan peraturan tata tertib dengan segera dikarenakan, pembahasan tata tertib sudah dibahas dalam Tim Sinergisitas yaitu tim yang membuat draft Muktamar, lalu berlanjut ke sidang komisi. Tetapi para peserta melihat bahwa sebenarnya fokusan awal adalah di tata tertib, bila di tata tertibnya saja tidak beres, maka akhirnya pun juga tidak akan beres pula. Akhirnya sidang pembahasan tata tertib yang dijadwalkan selesai pukul 09.30 harus terlambat hingga pukul 10.45, hal ini tentu saja berimbas pada keefektifan waktu untuk membahas sidang per komisi. Komisi Kaderisasi bertempat di serambi selatan Masjid Manarul Ilmi, Kelembagaan berada di Ruang BU dalam Manarul Ilmi, Syiar berada di Teater A, dan Keputrian berada di TU lantai 2
Sidang komisi pun akhirnya dimulai pukul 11.00, Aku sendiri pun tergabung dengan komisi Kaderisasi. Saat itu aku langsung menuju ke serambi selatan Manarul Ilmi, masjid yang ada di tengah kampus ITS. Sekilas aku hanya melihat beberapa orang saja yang ada disana, entah itu hanya sekedar duduk-duduk atau berbincang-bincang kepada Robbnya. Tiang tiang selalu ada menemani atap masjid untuk menopangnya agar tidak jatuh. Melindungi para jamaah dari panas dan hujan.
Ketika sidang dibuka, ternya aku pun direkomendasikan untuk menjadi pimpinan sidang pada Komisi Kaderisasi. Karena banyak yang mendukung, akhirnya aku hanya bisa mengiyakan. Ketika semua orang percaya padaku, apakah aku tidak percaya akan kemampuanku sendiri?
Sidang kaderisasi berjalan dengan lancer, meskipun di pertengahan sidang, terlihat ada kebingungan di sana. Baik itu dari pertanyaan yang dilontarkan atau dari ketidakjelasan draft yang diperoleh. Akan tetapi ada suatu sesi dimana hal itu cukup berlangsung menarik. Yaitu ketika ada peserta yang mempertanyakan tentang parameter kelulusan suatu marhalah, LDJ yang sedikit agak sulit diatur karena mengedepankan LDJnya dan tentu saja tentang mentoring lanjutan.
Akhirnya sidang Kaderisasi berakhir pukul 16.08, langsung saja setelah itu kami semua menuju ke teater A untuk sidang Pleno. Akan tetapi semua belum usai. Bila ingin dibukukan, maka hasil dari Muktamar Dakwah kampus ITS ini harus sesuai dengan peraturan yang ada yaitu dibuat dengan pasal-pasal

Semoga dengan adanya MDK ITS ini, dakwah kedepan akan menjadi lebih baik. Bukankah itu harapan kita ....

Senin, 04 April 2011

74 WASIAT UNTUK PARA PEMUDA

(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim
Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An- Nisa’: 131)

Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya
Muhammad yang bersabda:
“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.”
Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Wa ba’du:

Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.

1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.

2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak.

3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.

5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu.

6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.

7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.

8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam mengamalkannya.

9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu, demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim.

10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.

11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya dan Fajr (shubuh).

12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin.

13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.

14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orang- orang yang berhak menerimanya.

15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.

16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.

17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab engkau akan berdosa karenanya.

18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu.

19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.

20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu di hari qiyamat.

21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.

22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga.

23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.

24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.

25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi laki-laki.

26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu menyerupai laki-laki.

27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.”
(HR. Bukhari Dan Muslim)

28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang halal agar doamu diijabah.

29. Ucapkanlah "bismillah" ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah

"alhamdulillah" apabila engkau telah selesai.

30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.

31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.

32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan yang halal untuknya).

33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun perantaranya, karena pelakunya terlaknat.

34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan murka kepadamu.

35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah kebaikan untuk mereka.

36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian.

“Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283)
37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.”
(Luqman: 17)
Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apa- apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.

38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam bermaksiat kepada-Nya.

39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32)

40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.

41. Wajib bagimua untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan silaturahim.

42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia menyakitimu maka bersabarlah.

43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.

44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.

45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.

46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka bahagia.

47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras,

kasar dan tergesa-gesa.

48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik.

49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.

50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu "assalamualaikum" dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.

51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan.

52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati.

53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk dosa yang paling besar.

54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.

55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.

56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.

57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu merupakan amalan yang paling utama.

58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.

59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka.

60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lain dengan wajah yang lain.

61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun engkau benar.

62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali dengan taqwa.

63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan
(perkataan) mereka.

64. Janganlah menggambar gambar manuasia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar.

65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.

66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: "yarhamukallah" apabila dia mengucapkan: "alhamdulillah"

67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.

68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.

69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada
Allah .

70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.

71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala kenikamatan yang ada.

72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarakan ilmu.

73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka.

74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah.
Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya sampai hari kiamat juga kepada keluarganya dan seluruh shahabatnya.

Kehidupan Sehari-hari yang Islami

===========================================
sumber: http://www.assunnah.or.id
===========================================
Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah
--------------------------------------------------------------------------------
KATA PENGANTAR
Saudaraku...
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.

Saudaraku...
Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surga-Nya.


Kehidupan Sehari-hari Yang Islami :
1. Apakah Anda selalu shalat Fajar berjama'ah di masjid setiap hari ?

2. Apakah Anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu di masjid ?

3. Apakah Anda hari ini membaca Al-Qur'an ?

4. Apakah Anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib ?

5. Apakah Anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib ?

6. Apakah Anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang Anda baca ?

7. Apakah Anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur ?

8. Apakah Anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya ?

9. Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan Anda ke dalam Surga ? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata : "Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga".

10. Apakah Anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali ? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata : "Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka". (Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : "Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata : "Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata : "Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka". (Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6).

11. Apakah Anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ?

12. Apakah Anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik ?

13. Apakah Anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau ?

14. Apakah Anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ?

15. Apakah Anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari ?

16. Apakah Anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pent) ?

17. Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid ? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya : "Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur". (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya).

18. Apakah Anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati Anda atas agama-Nya ?

19. Apakah Anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab ?

20. Apakah Anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama ? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar -pent).

21. Apakah Anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah ? Karena setiap mendo'akan mereka Anda akan mendapat kebajikan pula.

22. Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya -pent) atas nikmat Islam ?

23. Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya ?

24. Apakah Anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya ?

25. Apakah Anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja ?

26. Apakah Anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri ?

27. Apakah Anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala ?

28. Apakah Anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri Anda ?

29. Apakah Anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua ?

30. Apakah Anda mengucapkan "Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun" jika mendapatkan musibah ?

31. Apakah Anda hari ini mengucapkan do'a ini : "Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui". Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625).

32. Apakah Anda berbuat baik kepada tetangga ?

33. Apakah Anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki ?

34. Apakah Anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya ?

35. Apakah Anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian ?

36. Apakah Anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan ?
Saudaraku ..

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, insya Allah.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates