Tampilkan postingan dengan label jmmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jmmi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

JMMI 2011-2012 kabinet kampus Madani

Meskipun MA sudah lama berlalu tetapi gpp lah, mari kta share tentang JMMI dengan cabinet kampus madaninya dan misi “BISA”nya di kepengurusan 2011-2012

Ketua Umum : Ikhsan Nugraha (Teknik Elektro 08)
Sekretaris Jenderal : Erik Sugianto (Teknik Perkapalan 08)
Bendahara Umum : Septian Ainur Rofiq (D3 Teknik Elektro 08)
Sekretaris Kabinet : Immash Kusuma Pratiwi (Sistem Informasi 08)

Departemen Kaderisasi
Ketua Departemen : Agil Darmawan (Statistika 08)
Koordinator Putri Departemen : Gusriani (Teknik Sipil 08)


Seperti Departemen Kaderisasi dimanapun organisasi itu ada dan pastinya memjadi ujung tombak, tugas utamanya adalah menjaga semua kader yang ada di dalamnya. Ketika semua departemen berlomba-lomba untuk merekrut kader sebanyak-banyaknya, maka Departemen ini memikirkan hal yang berkebalikan. Departemen ini memikirkan bagaimana memberdayakan kader yang ada. Bagaimana dengan kader yang banyak bisa berjalan efektif agar sistem pembinaan yang ada dapat berjalan dengan baik juga. Menjadikan kader sesuai dengan muwashofat kader JMMI adalah cita-cita departemen ini..
Melanjutkan kepengurusan Sinergisitas Dakwah, maka kepengurusan kampus madani ini pun juga harus menjalankan konsep sinegisitas yang telah dibentuk. Kerjasama dengan LDJ dalam hal kaderisasi juga penting, agar semua elemen dakwah di ITS untuk membentuk kader yang militan

Departemen Media
Ketua Departemen : Faishal Mufied Al-Anshary (Sistem Informasi 08)
Koordinator Putri Departemen : Halimatus Sa’dyah (Teknik Informatika 08)

Salah satu departemen yang baru dalam kepengurusan ini. Sebenarnya fungsi dari departemen ini dahulunya sudah masuk kedalam syiar, akan tetapi karena JMMI juga diamanahkan sebagai BK Media Nasional oleh FSLDK Indonesia, maka diharapkan fungsi media benar-benar berjalan didalmnya. Siapa yang memegang media pasti bisa memegang dunia, inilah kenyataan yang ada sekarang ini, banyak propaganda yang memojokkan Islam.
Mengaktifkan kembali website FSLDK dan membuat panduan media nasional merupakan tugas utama departemen ini yang sempat mati suri. Melihat pentingnya media membuat hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Disini ternyata juga ada isu yang tidak bisa lepas dari media, bagaimana isu bisa muncul dan tenggelam dan semua orang menuju kepada isu tersebut.

Departemen Rumah Tangga
Ketua Departemen : Kukuh Danu Permadi (Teknik Geomatika 08)
Koordinator Putri Departemen : Lailatus Sa’adah (Kimia 08)


Tugas departemen ini sebenarnya simple, namun butuh keistiqomahan. Intinya gimana caranya membuat kader JMMI dalam hal ini pengurus JMMI 11 12 nanti nyaman dan betah berada di JMMI. Disini dibutuhkan kreatifitas dan inovasi, depertemen inilah yang menjadi penyejuk dikala semua depertemen mencapai tegangan tinggi.
Kedepan setiap minggu pagi kita akan mengadakan SMS ( Sunday Morning Sports), selama ini fisik kader kurang diperhatian sehingga 11 muhasafat JMMI tidak pernah lengkap. Selain itu hal – hal kecil seperti perhatian harus diberikan ke kader seperti info beasiswa, menjenguk apabila ada yang kena musibah dan sebaiganya. Intinya, Rumahku surgagu, JMMIlah rumahku.
Selanjutnya, ada poin penting mengenai pendanaan yang masuk ke ranah department ini. saat ini sudah saatnya wirausaha JMMI dikelola secara optimal dan professional, dalam hal ini Rumah tangga dapat berkoordinasi dengan bendum untuk melaksanakan fungsi ini karena kedepan atapun suatu saat nanti mimpi kita adalah JMMI free financial dari luar, entah itu kapan. Yang penting kita mulai dari sekarang.

Departemen Jaringan
Ketua Departemen : Muhammad Fauzi (Teknik Kimia 08)
Koordinator Putri Departemen : Dian Nur Aini (Fisika 08)


The power of silaturahim menjadi kata-kata yang harus dimasukkan kedalam setiap pejuang yang ada di departemen ini. Dengan terbentuknya persaudaraan semua akan terasa mudah karena semua dilakukan secara bersama-sama dan dengan ikhlas. Pencitraan JMMI dan pembawaan JMMI keluar juga berada disini.
Poin terbesar dari departemen ini adalah membentuk IKA JMMI, saat ini alumni JMMI tidak pernah terbahas sebelumnya sehingga setelah keluar dari JMMI semua kadernya lepas satu persatu tanpa ada wadah yang mewadahi. Selain alumni juga perlu mempertemukan elemen sponsor, ormawa lain, donator dan teman-teman yang ada di organisasi lain.
Setelah semua telah terjalin, maka penjagaan ukhuwah dengan elemen tersebut menjadi tugas-tugas yang harus ditingkatkan dengan kreativitas dan inovasi.

Departemen Syiar Kampus
Ketua Departemen : Bayu Wijaya (Teknik Mesin 08)
Koordinator Putri Departemen : Ummu Khoirun Nisa (Kimia 08)


Ketika bicara kampus madani, maka ujung tombaknya ada di departemen ini. Kedepan perlu syiar yang inovatif dan kreatif, kita perlu menganalisa apa yang dibutuhkan civitas ITS. Mulai sekarang, kita berikan apa yang mereka butuhkan, bukan kita berikan sesuai yang kita mau.
Syiar merakyat bisa menjadi solusi, selain melakukan pemakmuran masjid dan menjaga kesucian masjid. perlu diadakan syiar merata keseluruh target dakwah di ITS, kita bisa bekerjasama dengan FSLDJ untuk menopang tujuan tersebut. Kita adakan kajian di wilayah FSLDJ dan tempatnya tidak melulu di masjid, mungkin perlu di lapangan ataupun di plaza. Butuh orang yang kuat untuk mendobrak tradisi kea rah yang lebih baik.
Satu kata untuk depertemen syiar : Action.

Departemen Keputrian
Ketua Departemen : Istiqomah (Kimia 08)
Sekretaris Departemen : Lina Dwi Pertiwi (Statistika 08)


“Hati hanya bisa disentuh dengan Hati”, itulah kata yang cocok untuk antum. Tak banyak yang ane tuliskan disini untuk antum karena ane tahu akhwat-akhwat JMMI pasti tahu dan paham yang harus dilakukan. Kedepan kita berharap, keputrian JMMI bisa lebih memasyarakat dengan cewek-cewek di ITS. Kita butuh sedikit membuka diri dan banyak mendengar dari mereka, alangkah indahnya jika tidak ada lagi sebutan cewek dan akhwat.

Tim Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Jurusan
Ujung tombak realisasi sinergisitas ada ditangan Tim FSLDJ. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membukukan dan mempublikasikan hasil MDK ITS ke seluruh ITS, kita pahamkan semuanya maksud dari isi buku panduan lembaga dakwah ITS tersebut. Kitalah yang akan mengawal jalannya sinergi dakwah ITS.

BSO Badan Pelaksana Mentoring
Direktur : Nur Ihsan Rubianto (Teknik Lingkungan 08)
Wakil Direktur I : Aris Fauzi (Teknik Mesin 08)
Wakil Direktur II : Ainun Fadilah Syafitri (Teknik Kimia 08)


Mentoring Never Die, Seperti sebelum-sebelumnya, mentoring merupakan peluang terbesar untuk menarik ADS-ADS selain juga untuk membina mahasiswa baru. Dengan pembinaan yang terpadu untuk mengawal pembinaan mahasiswa baru maka diharapkan mahasiswa ITS menjadi mahasiswa Robbani. Semua mentor pun diskrining dan difasilitasi semua dengan pembinaan yang berkala
Setelah mentoring wajib, maka mentoring lanjutan merupakan proses dari sistem pembinaan sebenarnya, disinilah benar-benar dibentuk diri seorang kader,

BSO Badan Pelayanan Ummat
Direktur : Amir Zamroni (Teknik Material 08)
Wakil Drektur : Nurissaidah Ulinnuha (Teknik Informatika 08)


Ingat materi mahasiswa baru ITS yang didengungkan dalam pengkaderan yaitu 4 PFM, salah satunya adalah social control. Bagaimanapun kita sebagai mahasiswa harus berbagi dengan sesama. Semua harus merasakan bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk membantunya. Bukankah islam adalah agama yang syumul.
Di departemen ini akan ada pengajaran, pembagian sembako, pelatihan untuk ibu-ibu, pengajian untuk ibu-ibu dan pastinya semua kegiatannya berfokus kepada masyarakat sekitar.

BSO FSLDK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus)
Ketua Tim : M Erwin Hidayat (Planologi 09)

Bila jaringan focus keluarnya adalah kepada alumni, sponsor, dan ormawa maka sudah barang tentu FSLDK fokusnya dalah kepada FSLDK Surabaya raya khususnya dan Indonesia umumnya. Peran JMMI di Surabaya Raya ternyata cukup vital, JMMI dianggap LDK yang mandiri, maka barang tentu kita jiga harus berkontribusi kepada LDK lain. Melalui pendampingan dan dialog terbuka serta kunjungan merupakan hal yang umum dilakukan. Bahkan target JMMI kedepan adalah memunculkan FSDa baru yaitu lingkup Madura raya.

Semoga apa yang telah dikonsep selama menjadi AHWA 22 benar-benar bisa terkabul

Rabu, 13 April 2011

Siapakah Ketum JMMI 2011/2012

Bagaimana mekanisme pemilihan ketua lembaga dakwah yang biasa dilakukan pada lembaga dakwah di kampus lain ?
Prosesi pemilihan ketua lembaga dakwah adalah momen yang ditunggu setiap tahunnya. Setiap kader atau bahkan massa kampus menunggu-nunggu siapa pemimpin mereka selanjutnya. Apakah ia seorang yang konvensional , moderat atau liberal ataukah ia seorang yang pendiam, banyak bicara atau seadanya. Islam mengajarkan prinsip syuro dalam memutuskan sesuatu. Syuro ini adalah kumpulan orang-orang ( lebih dari satu orang ) yang bermusyawarah bersama untuk memutuskan sesuatu.
Kkompetensi adalah kapasitas internal seseorang, biasanya ada orang yang pandai fiqih, penghafal Qur’an, ahli ilmu keorganisasian, dan ahli strategi dakwah ( penyesuaian dengan kebutuhan dakwah kampus ).
Sehingga satu prinsip mendasar dalam menentukan ketua lembaga dakwah adalah dengan syuro. Akan tetapi tentu butuh banyak penyesuaian dari prinsip syuro ini dengan kondisi lembaga dakwah yang ada. Penyesuaian ini tidak akan mengurangi esensi syuro yang ada, dan keputusan yang diberkahi Allah akan terbentuk, Insya Allah. Perlu kiranya pemilihan ketua lembaga dakwah ini memperhatikan beberapa hal untuk meningkatkan kebermanfaatan pemilihan ini. Jangan sampai pemilihan ketua lembaga dakwah hanya “diam-diam” saja dan hanya bermanfaat untuk sesama kader saja.

Persiapan sebelum pemilihan
Mempersiapkan calon yang akan terpilih nantinya. Persiapkan lebih dari satu calon agar ada komparasi dan team building diantara calon. Karena pada dasarnya tidak ada kader yang benar benar berambisi menjadi ketua lembaga dakwah. Oleh karena itu nuansa persaingan bisa dikatakan tidak ada. Akan tetapi dengan persiapan sebelumnya, mungkin sekitar 1-2 bulan sebelum pemilihan, memungkinkan para calon untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Publikasi calon dan hasil
Pada dasarnya ketua lembaga dakwah adalah pemimpin umat, pada tingkat program studi ketua lembaga dakwah akan menjadi amirul mukminin untuk mahasiswa di satu program studi, begitu pula dengan lembaga dakwah lain. Perlu saya tekankan pentingnya pengenalan calon dan hasil dari pemilihan yang telah dilakukan. Tugas panitia pelaksana pemilihan salah satunya adalah memperkenalkan calon ketua lembaga agar ia bisa dikenal oleh umatnya.
Dua faktor pendukung tambahan ini akan menjadi penyempurna konsep pemilihan yang akan dilakukan. Bagaimana prosesinya ? saya biasa melihat lembaga dakwah melakukan pemilihan dalam sebuah muktamar atau musyawarah besar dari lembaga dakwah tersebut. Prosesi dilakukan setelah leporan pertangunggjawaban kepengurusan sebelumnya. Biasanya digabung dalam satu momen ini. Di kampus lain, saya melihat contoh yang berbeda, yakni momen LPJ dipisahkan dengan pemilihan ketua, mereka ber-LPJ dahulu lalu diselingi dengan masa reses sekitar satu pekan, lalu baru diadakan momen pemilihan ketua lembaga dakwah. Kedua bentuk prosesi ini tidak ada yang lebih baik, disesuaikan saja dengan kebutuhan di lembaga dakwah. Selanjutnya saya akan memamparkan bagaimana proses pemilihan ketua lembaga yang pernah saya amati.


Musyawarah Majelis Syuro

Metoda yang paling sering digunakan. Pertama kepengurusan sebelumnya meng-screening calon calon yang layak. Setelah itu diadakan seleksi hingga mendapatkan sisa calon ketua yang paling layak. Selanjutnya majelis syuro yang terdiri dari orang-orang yang sudah diamanahkan bermusyawarah dengan data pendukung untuk memutuskan calon yang paling layak. Metode ini dapat melatih kepercayaan kepada syuro.
Musyawarah Peserta Forum Pemilihan
Proses awalnya sama dengan sebelumnya. Pertama kepengurusan sebelumnya meng-screening calon calon yang layak. Setelah itu diadakan seleksi hingga mendapatkan sisa calon ketua yang paling layak. Setelah itu dipimpin oleh seorang pemimpin sidang, bersama dengan seluruh peserta forum pemilihan ketua bermusyawarah besar untuk menentukan siapa yang paling layak. Untuk memudahkan, biasanya forum dipecah menjadi dua, yakni pria dan perempuan. Setiap gender ini bermusyawarah untuk memutuskan satu suara. Ketika antara pria dan perempuan mengajukan calon yang sama, maka artinya telah terjadi kesepahaman. Akan tetapi jika belum ada kesepakatan, peserta sidang memimpin kembali musyawarah dengan hanya mempertimbangkan dua calon saja. Metode ini berdampak pada meningkatnya rasa kepemilikan dimana semua anggota merasa dilibatkan dalam pemilihan.

Musyawarah Antara Calon
Proses awalnya sama dengan sebelumnya. Pertama kepengurusan sebelumnya meng-screening calon calon yang layak. Setelah itu diadakan seleksi hingga mendapatkan sisa calon ketua yang paling layak. Lalu diantara calon yang telah terpilih, saling bermusyawarah untuk menentukan siapa yang paling siap diantara mereka. Metode ini dapat menguatkan ikatan hati antar calon, dan biasanya ada komitmen bersama untuk saling mendukung satu sama lain.

Inilah Barisan yang berada dalam AHWA XXII
Ikhwan

Agil Darmawan Statistika 2008
Masduki Kimia 2009
Ikhsan Nugraha Teknik Elektro 2008
Aris Fauzi Teknik Mesin 2008
Bayu Wijaya Teknik Mesin 2008
Nur Ihsan R Teknik Lingkungan 2008
Kukuh Danu P Teknik Geomatika 2008
Erik Sugianto Teknik Perkapalan 2008
Faisol Mufied Sistem Informasi 2008
Septian Ainur R. D3 Teknik Elektro 2008

Akhwat
Qoirul Nur H Matematika 2009
Ummu Khoirun Nisa Kimia 2008
Istiqomah Kimia 2008
Saldhina di Amora Kimia 2009
Lina Dwi P Statistika 2008
Dian Nur Aini Fisika 2008
Lailatus Saadah Kimia 2008
Gusriani Teknik Sipil 2008
Ainun Teknik Kimia 2008
Immash Kusuma Sistem Informasi 2008
Nurissaidah Ulinnuha Teknik Informatika 2008
Halimatus Sadiyah Teknik Informatika 2008

Rabu, 09 Maret 2011

JMMI

Tentang JMMI
JMMI, Ketika masuk kedalam sebuah kampus ITS, nama JMMI pasti sudah tidak asing lagi dengan para mahasiswa. Ya, JMMI adalah sebuah lembaga dakwah kampus yang ada di ITS yang visinya adalah Mewujudkan masyarakat kampus yang Islami bercirikan aqidah yang kuat, akhlaqul karimah, dan intelektualitas menuju perbaikan ummat.

JMMI mempunyai fungsi sebagai berikut
A. Fungsi Pembinaan  mencetak kader, membina dan mengembangkannya agar terbentuk kader yang berkepribadian Islam, berintegritas tinggi dan mampu membawa tongkat estafet dakwah
B. Fungsi Keummatan  lembaga yang mengkoordinasikan dan memobilisir semua elemen dakwah untuk merespon permasalahan ummat sesuai dengan potensinya dengan strategi yang tepat dalam mencapai tujuan dakwah lembaga.
C. Fungsi Syiar  syi’ar Islam yang berkewajiban untuk senantiasa dekat kepada ummat sebagai obyek dakwahnya. Kedekatan tersebut bertujuan untuk menyebarkan pemikiran dan prinsip-prinsip Islam.
D. Fungsi Kemitraan  memandang bahwa aktivitas dakwah adalah kewajiban bersama yang harus dilakukan dimanapun dan kapanpun. Aktivitas dakwah ini harus dilakukan secara sinergis, karena kebenaran yang tidak terorganisir akan terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Untuk itu pola kemitraan JMMI ITS dilakukan dengan menjalin hubungan yang harmonis, membina sikap saling pengertian, berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak lain yang terkait dengan dakwah; ditujukan untuk mencapai sinergisitas dakwah, dengan harapan dakwah yang dilakukan saling menguatkan sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal.

JMMI mempunyai Sistem Pembinaan, yaitu
1. Marhalah 1, untuk membentuk Syaksiyah Islamiyah
2. Marhalah 2, untuk membentuk Syaksiyah Da’iyah
3. Marhalah 3, Untuk membentuk Syaksiyah Qiyadah

Sejarah JMMI
JMMI (Jamaah Masjid Manarul Ilmi) didirikan bulan September tahun 1989 M bertepatan dengan bulan Safar tahun 1410 H di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Keputih, Sukolilo, Surabaya oleh beberapa aktivis dakwah yang berada di jurusan. Sehingga LDJ (lembaga dakwah jurusan) sebenarnya sudah terbentuk dahulu sebelum JMMI itu ada. Tapi keadaan LDJ dulu masih sangat kuat sehingga bisa mendirikan JMMI, sedangkan saat ini kondisinya terbalik, JMMI sudah bisa berjalan dinamis sedangkan LDJ masih belum berkembang pesat. Sebenarnya saat awal-awal berdiri tugas JMMI hanya menyemarakan Ramadhan, mengadakan mentoring dan memakmurkan Masjid Manarul Ilmi dengan pelayanannya kepada jamaah. Akan tetapi karena kedinamisan zaman dan pergerakan yang ada, akhirnya JMMI memiliki beberapa departemen dan BSO (Badan Semi Otonom) seperti sekarang ini



Arti Lambang.
a. Kubah masjid menggambarkan bahwa aktifitas lembaga berpusat di Masjid Manarul ‘Ilmi
b. Setengah lingkaran roda bergigi menggambarkan bahwa lembaga ini merupakan bagian dari ITS sebagai institusi berbasis teknologi.
c. Tulisan J M M I menunjukkan nama lembaga
d. Warna hijau tua melambangkan kedamaian

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates