Senin, 04 April 2011

17 Amal Penghapus Dosa

Manusia pasti berbuat dosa dan pasti butuh amounan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hamba-Nya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya (amalan ini) dijelaskan dalam AlQur'an dan sebagiannya lagi dalam sunnah Rasulullah saw. Diantaranya sebagai berikut :

1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke mesjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah saw., "Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya, wahai Rasulullah. Beliau berkata: sempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke mesjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath." (Riwayat Muslim dan At-Tirmidzi)

Juga dalam sabda beliau yang lain:
"Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat shalat dengan niat hanya untuk shalat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa." (Riwayat At-Tirmidzi)

2. Puasa hari Arafah dan Asy Syura, hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah, "Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus (dosa selama) setahun yang sebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari Asy Syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang lalu." (Riwayat At-Tirmidzi)

3. Shalat tarawih di bulan Ramadhan dengan dalil sabda Rasulullah, "Barangsiapa menegakkan Ramadhan (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'Alaihi)

4. Haji yang mabrur
"Barangsiapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan (kejelekan) maka ia kembali seperti hari ibunya melahirkannya." (Riwayat Al-Bukhari). Kemudian dalam sabda beliau dinyatakan, "Haji mabrur balasannya adalah surga." (Riwayat Ahmad)

5. Memaafkan hutang orang yang sulit membayarnya

6. Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa dengan dalil:
"Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia." (Riwayat At-Tirmidzi dan Ahmad)

7. Memberi salam dan berkata baik dengan dalil sabda Rasulullah, "Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik." (Riwayat Al-Kharaithi dalam Makarim al Akhlak)

8. Sabar atas musibah dengan dalil sabda Rasulullah, "Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman, "Sesunguhnya apabila Aku meguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepada-Nya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya (dalam keadaan) bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya."" (Riwayat Ahmad)

9. Menjaga shalat lima waktu dan Jum'at serta puasa Ramadhan dengan dalil sabda Rasulullah, "Shalat lima waktu dan jum'at ke jum'at dan ramadhan ke ramadhan adalah penghapus dosa diantara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi." (Riwayat Muslim)

10. Adzan dengan dalil sabda Rasulullah, "Sesungguhnya seorang Muadzin akan diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya." (Riwayat Ahmad)

11. Melakukan shalat, dengan dalil sabda Rasulullah, "Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab, "Tidak ada sisa kotorannya sedikitpun.""
Beliau bersabda, "Shalat lima waktu menjadi sebab Allah menghapus dosa-dosa." (Riwayat Al-Bukhari)

12. Memperbanyak sujud dengan dalil sabda Rasulullah, "Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada-Nya melainkan Dia mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa) darimu." (Riwayat Muslim)

13. Mengerjakan shalat malam. Rasulullah bersabda, "Hendaklah kalian shalat malam, karena ia adalah adat orang yang shalih sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa." (Riwayat Al-Hakim)

14. Berjihad di jalan Allah.
"Akan diampuni tiap dosa orang yang mati syahid kecuali utang." (Riwayat Muslim)

15. Mengiringi haji dengan umrah. Rasulullah pernah mengatakan, "Iringi antara haji dengan umrah, karena pengiringan antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi." (Riwayat Ibnu Majah)

16. Shaadaqah dengan dalil, "Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan pada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah : 271)

Rasulullah pun bersabda, "Shadaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api." (Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan selainnya)

17. Menegakkan hukum pidana dengan adil, "Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut." (Riwayat Al-Hakim)

Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan bermanfaat.

Manajemen Waktu

Manajemen Waktu adalah satu set keterampilan yang dapat membantu anda menggunakan waktu dengan sangat efektif dan produktif, tentunya sejauh kemampuan yang anda miliki. Dengan penerapan keterampilan manajemen waktu ini anda akan belajar untuk:
- Menentukan mana hal yang mesti diutamakan dan mana yang diabaikan
- Menggunakan waktu seefektif mungkin
- Meningkatkan waktu produktif
- Mengontrol gangguan yang dapat menghabiskan waktu dan merusak alur waktu yang telah dibuat
- Meningkatkan efektivitas dan mengurangi stress

Apabila anda dapat waktu kerja lebih efektif, anda akan dapat mengurangi tekanan/ stress dengan:
- Lebih mampu mengontrol apa yang anda lakukan
- Menjadi proaktif
- Menikmati aktivitas yang tengah anda lakukan
- Memberi waktu yang lebih bagi diri sendiri untuk rileks dan menikmati kehidupan anda diluar aktivitas dan kesibukkan.

Pusat Kemampuan Manajemen Waktu:
Konsentrasi pada hasil tujuan dan hindari kesibukkan

Kebanyakan orang menghabiskan hari-harinya dengan aktivitas yang sangat padat namun hanya mendapatkan sedikit hasil. Hal tersebut diakibatkan tidak adanya konsentrasi terhadap tujuan yang semestinya. Para pakar manajemen waktu menyebut hal ini sebagai ‘Prinsip Pareto’ dengan aturan 80/20, maksudnya apabila anda melakukan banyak hal (80%) yang menyebabkan tidak fokus maka hasil yang akan didapat hanya sedikit (20%). Dan sebaliknya jika anda fokus terhadap 20% bidang tugas maka hasilnya akan optimal (80%). Dengan penerapan manajemen waktu, termasuk perencanaan, anda dapat merombak ketidakfokusan ini dengan memastikan bahwa anda akan senantiasa berkonsentrasi sejauh kemampuan kita untuk melakukan aktivitas yang bernilai tinggi.

Mengapa banyak orang tidak mengatur waktunya ?
Beberapa hal yang menyebabkan banyak orang tidak mengatur waktunya adalah:
- Mereka tidak sadar akan pentingnya waktu dalam kehidupan
- Mereka malas untuk membuat perencanaan
- Mereka senang dengan hal-hal yang mendesak dan terburu-buru
- Mereka menikmati keadaan dan manajemen kritis

Apa saja bekalnya..?
Mula-mula yang mesti anda punyai adalah keterampilan-keterampilan dasar yakni:
- Bagaimana anda mengevaluasi waktu yang telah digunakan
- Bagaimana anda memfokuskan pada prioritas anda
- Bagaimana anda merencanakan penggunaan waktu yang efektif
- Bagaimana anda membuat tambahan waktu
- Bagaimana anda menghindari gangguan

Selain keterampilan dasar, anda juga mesti mengetahui perangkat-perangkat dasar dalam mengatur waktu yakni:
- Daftar aktivitas
- Delegasi
- SWOT
- Keterampilan membaca
- Keterampilan menulis
- Prioritas untuk dikerjakan
- Assesment waktu dan PERT

Bagaiman memulainya
Menyadari waktu (matematika hidup)
Sebelum beranjak pada pembahasan yang mendalam mengenai manajemen waktu, cobalah anda melakukan sebuah hitungan yang sederhana. Apabila dalam satu hari (24 jam) daftar aktivitas anda adalah sebagai berikut:
Tidur: 8 jam
Sekolah : 6 jam
Nonton TV: 2 jam
Maka anda dapat melihat bahwa tidur menghabiskan 8/24 jam atau 1/3 hari yang dipunyai, sekolah menghabiskan 6/24 atau 1/4 hari yang anda punyai dan nonton TV menghabiskan 2/24 atau 1/12 hari yang anda punyai. Andaikan saja umur hidup anda 60 tahun maka 20 tahun dihabiskan ‘hanya’ untuk tidur..??, 15 tahun dihabiskan untuk sekolah dan 5 tahun untuk menonton TV.

Meninjau aktivitas harian
Setelah anda menyadari betapa penting sebenarnya waktu anda, maka selanjutnya adalah meninjau bagaimana aktivitas-aktivitas anda dalam lingkup harian. Cara yang cukup sederhana, untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan daftar aktivitas yang dibuat jangka waktu per 15 menit

Mengevaluasi waktu yang sudah digunakan
Setelah satu hari berjalan, daftar aktivitas yang anda punyai kemudian dievaluasi. Kelompokkan aktivitas-aktivitas tersebut dalam empat bagian besar:

Kuadran I : Aktivitas Penting dan Mendesak Kuadran II : Aktivitas Penting dan Tidak Mendesak

Kuadran III : Aktivitas Tidak Penting dan Mendesak Kuadran IV : Aktivitas Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Setelah dikelompokkan, anda dapat melihat di bagian kuadran mana waktu yang anda punyai dihabiskan. Biasanya bagi orang yang kurang pandai mengatur waktu maka alokasi aktivitas terbesar adalah di kuadran I dimana orang tersebut terus menerus dikejar pekerjaan, tugas, dan lainnya yang mendesak dan penting. Selain itu kadang-kadang orang semacam ini juga sering terjebak dikuadran IV dengan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan tidak mendesak misalnya menonton TV, Hal ini disebabkan adanya pembebanan yang lebih (stress) sehingga kuadran IV menjadi pelarian bagi segala kepusingan dan ke-BT-annya

Nah setelah mengetahui distribusi aktivitas pada kuadran yang ada maka selanjutnya adalah mengurangi aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.

Bagaimana anda tahu satu aktivitas itu bermanfaat atau tidak

1. Merumuskan tujuan
Nah, disinilah anda mesti dapat mengetahui tujuan yang akan dicapai, dengan mengetahui tujuan yang akan diraih maka anda akan mempunyai banyak keuntungan:
Anda akan lebih fokus terhadap tujuan tersebut (ingat prinsip pareto 80/20)
Anda dapat memanfaatkan waktu dan sumber daya yang ada seoptimal mungkin

2. Membuat perencanaan
Setelah tujuan terpetakan maka selanjutnya membuat perencanaan untuk mencapai tujuan yang bersangkutan. Perencanaan ini disusun berdasarkan peran-peran yang anda punyai saat itu

Sehingga dengan adanya perencanaan ini, anda akan dapat melihat bahwa tidak ada satu detik pun waktu dari yang anda punyai itu tidak bermanfaat, seluruh waktunya optimal digunakan.

Bagaimana kalau ada jadwal yang bentrok..?
Ketika tujuan sudah anda buat, perencanaan seminggu sudah disusun, maka anda pun menjalaninya.. Kadangkala ada aktivitas yang penting yang saling bertabrakan waktunya, apa yang akan anda lakukan..?
Dua senjata untuk menghadapinya adalah Prioritas dan Delegasi
Prioritas adalah mendahulukan yang paling utama diantara yang utama. Hal ini dapat diukur dari tujuan yang sudah anda tetapkan pada minggu tersebut.
Delegasi adalah memberikan mandat/ wewenang tugas yang tengah anda emban kepada teman/ relasi anda.

Ikhwan Sejati

Seorang pemuda bertanya kepada ibunya, “Ibu, ceritakan padaku tentang Ikhwan Sejati.” Sang Ibu tersenyum dan menjawab :

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar
Tetapi dari kasih sayangnya kepada orang di sekitarnya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya sahabat di sekitarnya
Tetapi dari sikap bersahabatnya kepada generasi muda bangsa

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja
Tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang
Tetapi dari hati yang ada di balik itu

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja
Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan
Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika-liku kehidupan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca al-Qur’an
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca

Setelah itu, pemuda tadi bertanya lagi, “Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Bu?” Sang Ibu memberinya buku dan berkata, “Pelajari tentang dia.” Sang Pemuda pun mengambil buku itu, ‘MUHAMMAD’, judul yang tertulis di buku itu.

Akhwat Sejati

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Abi, ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati.” Sang Ayah tersenyum dan menjawab :

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya
Tetapi dari kecantikan hati yang ada di baliknya

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona
Tetapi dari sejauh mana ia menutupi tubuhnya

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan
Tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan tersebut

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya
Tetapi dari apa yang sering dibicarakan mulutnya

Akhwat sejati bukanlah dilihat keahliannya berbahasa
Tetapi dari bagaimana caranya ia berbicara

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
Tetapi dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan
Tetapi dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani
Tetapi dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul
Tetapi dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul

Setelah itu, gadis tadi bertanya lagi, “Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, ya Abi?” Sang Ayah memberinya buku dan berkata, “Pelajari tentang dia.” Sang gadis kecil pun mengambil buku itu. ‘Istri Para Nabi’, judul yang tertulis di buku itu.

6 Besar Dosa Remaja

Diantara sekian banyak dosa, selalu ada beberapa dosa yang khas merupakan cap kalangan tertentu. Karena kita remaja tentunya kita membahas dosa-dosa yang berkaitan dengan diri kita. Bukan untuk kamu lakukan tapi tentu saja untuk kita tinggalkan bersama.

-Pacaran

Namanya udah puber dan memang fitrahnya seneng sama lawan jenis, yang namanya cinta selalu menjadi atribut mengasyikkan bagi kehidupan remaja. Saat diri sendiri merasa tidak dipahami orang lain, yang namanya lawan jenis selalu menjadi tempat asyik untuk curhat. Jadilah sepasang lain jenis berpacaran.

Bukannya asyik, pacaran malah full ancaman. Allah memerintahkan menahan pandangan dari lawan jenis, orang pacaran malah salng pandang. Jadinya nggak patuh sama Allah, kan? Belum masalah sentuh-menyentuh, yang kata Nabi SAW lebih baik kepala ditusuk paku besi daripada menyentuh wanita non-mahram. Kalo menyentuh dah boleh-boleh saja, gimana gak meningkat ke yang lebih ngeri? Kalo sudah begini, siapa yang rugi? Kalo tidak tobat, bisa saja rugi akhirat. Kalo sampai zina beneran, tentu juga rugi dunia.

-Pornografi

Rasa ingin tahu ditambah besarnya gairah syahwat pada masa remaja membuat banyak remaja (terutama laki-laki) terperosok ke dalam maksiat satu ini. Banyak media yang memuat pornografi. Mulai dari poster, majalah, buku, sampai VCD. Bahkan majalah Playboy yang sudah mahsyur kepornoannya pun mau masuk ke Indonesia setelah majalah porno lainnya eksis di negeri ini.

Menahan pandangan dari lawan jenis termasuk juga nggak lihat hal-hal yang porno semacam ini. Pornografi juga memancing kejahatan seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan. Berapa banyak kasus perkosaan berwal dari nonton VCD porno.

Alhamdulillah, nilai-nilai syariat islam sudah mulai ditegakkan di negeri kita. Setelah Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi disahkan, kita nggak aman dari tuntutan dunia dalam masalah ini. Kalo ketahuan lihat atau bawa barang-barang berbau porno, kamu bisa dipenjara atau kena denda. Selain itu kamu masih harus menghadapi tuntutan hukuman akherat klo nggak tobat.

-Onani Masturbasi

Maksiat yang satu ini juga terkenal banget dilakukan oleh para remaja. Sebabnya rata-rata sama, ingin tahu dan besarnya nafsu seksual pada masa remaja. Menurut penelitian, aktivitas ini lebih banyak dilakukan remaja pria (sekitar 90%), namun juga ada remaja perempuan yang melakukannya (sekitar 30%).

Sebagian orang menganggap melepaskan syahwat dengan onani/masturbasi merupakan jalan yang lebih selamat daripada berzina. Kadar maksiat memang lebih rendah dari zina beneran. Tapi bukan berarti onani tidak terlarang. Dalam Islam, melampiaskan nafsu syahwat hanya diperkenankan dilakukan terhadap istri atau budak yang dimiliki. Barang siapa yang mencari pelampiasan selain itu maka mereka termasuk orang yang melampaui batas.

Jika onani dibolehkan, tentu Rasulullah SAW tidak perlu memerintahkan para pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa. Mereka yang belum mampu menikah tentu tinggal diperintahkan untuk onani Namun kenyataannya tidak, mereka yang belum mampu menikah diperintahkan untuk berpuasa, tidak diperintahkan untuk onani. Jadi, onani tetap saja terlarang.

-Mencontek

Dosa yang ini biasa terjadi di sekolah,terutama saat ulangan atau ujian. Mencontek dilakukan untuk mendapatkan nilai bagus. Hakikatnya mencontek adalah menipu, baik diri sendiri ataupun guru.

Hasil yg diperoleh mungkin memang seperti apa yang kamu harapkan. Tapi betulkah demikian kemampuanmu? Ingatlah pertanggungjawaban tidak hanya di depan guru saja. Di akherat nanti, penipuan yg kamu lakukan tersebut juga harus kamu pertanggungjawabkan.

-Merokok dan seterusnya

"Nggak jantan klo gak merokok!"
Remaja laki-laki klo sudah diberi cap gini, biasanya keder juga. Lalu, ikut-ikutanlah ia merokok. Padahal, yang jantan adalah yang gak merokok: sendirian tanpa rokok saja sudah berani mengatasi masalah hidup. Kenyataannya rokok memang biasa menjadi pelarian orang-orang pengecut yang tidak berani menghadapi masalah hidup.

Rokok seluruhnya mengandung racun. Bisa jadi ia malah lebih berbahaya daripada khamer. Allah melarang kita membinasakan diri kita sendiri. Klo begitu menghisap rokok juga diharamkan.

Rokok juga merupakan pintu untuk merasakan hal-hal haram lainnya. Pecandu rokok bisa-bisa tertarik untuk mencampurkan ganja di dalam rokoknya. Ganja mempunyai efek memabukkan, jadi tentu saja ganja adalah barang haram. Kalo sudah kenal rokok -dan ganja- tak lama kemudian para remaja akan mencoba obat-obat penenang. Tak ketinggalan juga miras, Seringkali pecandu dari semua itu berasal dari merokok.

-Hal sia-sia

Waktu luang bisa menjadi bumerang. Tentu, klo kita gak bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Remaja yang mudah suntuk karena kebelumstabilan emosinya, ditambah beratnya beban pelajaran di sekolah membuat mereka lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk bersenang-senang. Masalahnya kebanyakan hal yang senang-senang itu adalah hal yang sia-sia. Contohnya adalah kebiasaan nongkrong-nongkrong, main game, keluyuran di pusat-pusat belanja.

Bayangkan jika waktu luang itu kita gunakan untuk aktivitas yang bermanfaat. Oke, mungkin kamu bosen juga. Kebanyakan remaja pikir aktivitas bermanfaat itu harus yang perlu mikir-mikir berat. Sebenarnya tidak. Asal kamu punya hobi positif maka itu juga aktivitas yang bermanfaat. Misalnya saja kamu seneng elektronika, maka waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar reparasi barang-barang elektronik. Kalo kamu suka komputer, waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar pemrograman., atau bikin situs dakwah, dan lain-lainnya. Paling gampang, waktu luangmu kamu gunakan untuk membaca, menambah ilmu. Sedangkan, sebaik-baiknya ilmu -dan juga sesedikit yang diberikan di sekolah umum- adalah ilmu agama. Jadi, baca buku agama pas waktu luang sangat pas buat kamu.


Nah, itu enam maksiat yang biasa remaja lakukan. Semoga kamu sudah tidak melakukannya lagi. Yang belum bisa berpisah dengan dosa-dosa di atas, segera saja kuatkan hati dan bulatkan tekad. Yang namanya tobat memang butuh kesungguhan. Allah akan menunjukkan jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh. Selamat berjuang

Tawadhu'

Pengertian Tawadhu’ adalah rendah hati, tidak sombong. Pengertian yang lebih dalam adalah kalau kita tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya. Orang yang tawadhu’ adalah orang menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah SWT. Yang dengan pemahamannya tersebut maka tidak pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain, tidak merasa bangga dengan potrensi dan prestasi yang sudah dicapainya. Ia tetap rendah diri dan selalu menjaga hati dan niat segala amal shalehnya dari segala sesuatu selain Allah. Tetap menjaga keikhlasan amal ibadahnya hanya karena Allah.
Tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabbur (sombong), ataupun sum’ah ingin diketahui orang lain amal kebaikan kita.
Tawadhu merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia, jadi sudah selayaknya kita sebagai umat muslim bersikap tawadhu, karena tawadhu merupakan salah satu akhlak terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap umat islam. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini :

Rasulullah SAW bersabda: yang artinya "Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat izzah) oleh Allah. (HR. Muslim).

Iyadh bin Himar ra. berkata: Bersabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku: "Bertawadhulah hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.(HR. Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Ibnu Taimiyah, seorang ahli dalam madzhab Hambali menerangkan dalam kitabnya, Madarijus Salikin bahwa tawadhu ialah menunaikan segala yang haq dengan bersungguh-sungguh, taat menghambakan diri kepada Allah sehingga benar-benar hamba Allah, (bukan hamba orang banyak, bukan hamba hawa nafsu dan bukan karena pengaruh siapa pun) dan tanpa menganggap dirinya tinggi.

Tanda orang yang tawadhu’ adalah disaat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.. Ini karena orang yang tawadhu menyadari akan segala nikmat yang didapatnya adalah dari Allah SWT, untuk mengujinya apakah ia bersykur atau kufur.

Perhatikan firman Allah berikut ini : "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia." (QS. An Naml: 40).”

Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran yang menegaskan perintah Allah SWT untuk senantiasa bersikap tawadhu’ dan menjauhi sikap sombong, sebagai berikut :

”Dan janganlah kalian berjalan di atas bumi ini dengan menyombongkan diri, karena kalian tidak akan mampu menembus bumi atau menjulang setinggi gunung” (QS al-Isra-37).

Firman Allah SWT lainnya: ”Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menginginkan kesombongan di muka bumi dan kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS al-Qashshash-83.)

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(QS. Al Furqaan: 63)

Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (QS: an-Nahl: 23)

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langitdan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS: al-Araf: 40)

Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (QS.Al-Baqarah : 206)


Berikut beberapa contoh Ketawadhu’an Rasulullah SAW

1. Anas ra jika bertemu dengan anak-anak kecil maka selalu mengucapkan salam pada mereka, ketika ditanya mengapa ia lakukan hal tersebut ia menjawab: Aku melihat kekasihku Nabi SAW senantiasa berbuat demikian. (HR Bukhari, Fathul Bari’-6247).

2. Dari Anas ra berkata: Nabi SAW memiliki seekor unta yang diberi nama al-’adhba` yang tidak terkalahkan larinya, maka datang seorang ‘a’rabiy dengan untanya dan mampu mengalahkan, maka hati kaum muslimin terpukul menyaksikan hal tersebut sampai hal itu diketahui oleh nabi SAW, maka beliau bersabda: Menjadi haq Allah jika ada sesuatu yang meninggikan diri di dunia pasti akan direndahkan-Nya. HR Bukhari (Fathul Bari’-2872).

3. Abu Said al-Khudarii ra pernah berkata: Jadilah kalian seperti Nabi SAW, beliau SAW menjahit bajunya yang sobek, memberi makan sendiri untanya, memperbaiki rumahnya, memerah susu kambingnya, membuat sandalnya, makan bersama-sama dengan pembantu-pembantunya, memberi mereka pakaian, membeli sendiri keperluannya di pasar dan memikulnya sendiri ke rumahnya, beliau menemui orang kaya maupun miskin, orang tua maupun anak-anak, mengucapkan salam lebih dulu pada siapa yang berpapasan baik tua maupun anak, kulit hitam, merah, maupun putih, orang merdeka maupun hamba sahaya sepanjang termasuk orang yang suka shalat.
Dan beliau SAW adalah orang yang sangat rendah hati, lembut perangainya, dermawan luar biasa, indah perilakunya, selalu berseri-seri wajahnya, murah senyum pada siapa saja, sangat tawadhu’ tapi tidak menghinakan diri, dermawan tapi tidak berlebih-lebihan, mudah iba hatinya, sangat penyayang pada semua muslimin. Beliau SAW datang sendiri menjenguk orang sakit, menghadiri penguburan, berkunjung baik mengendarai keledai maupun berjalan kaki, mengabulkan undangan dari para hamba sahaya siapapun dan dimanapun. Bahkan ketika kekuasaannya SAW telah meliputi jazirah Arabia yang besar datang seorang ‘A’rabiy menghadap beliau SAW dengan gemetar seluruh tubuhnya, maka beliau SAW yang mulia segera menghampiri orang tersebut dan berkata: Tenanglah, tenanglah, saya ini bukan Raja, saya hanyalah anak seorang wanita Quraisy yang biasa makan daging kering. (HR Ibnu Majah-3312 dari abu Mas’ud al-Badariiy)

Berbicara lebih jauh tentang tawadhu’, sebenarnya tawadhu’ sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin menjaga amal shaleh atau amal kebaikannya, agar tetap tulus ikhlas, murni dari tujuan selain Allah. Karena memang tidak mudah menjaga keikhlasan amal shaleh atau amal kebaikan kita agar tetap murni, bersih dari tujuan selain Allah. Sungguh sulit menjaga agar segala amal shaleh dan amal kebaikan yang kita lakukan tetap bersih dari tujuan selain mengharapkan ridha-Nya. Karena sangat banyak godaan yang datang, yang selalu berusaha mengotori amal kebaikan kita. Apalagi disaat pujian dan ketenaran mulai datang menghampiri kita, maka terasa semakin sulit bagi kita untuk tetap bisa menjaga kemurnian amal shaleh kita, tanpa terbesit adanya rasa bangga dihati kita. Disinilah sangat diperlukan tawadhu’ dengan menyadari sepenuhnya, bahwa sesungguhnya segala amal shaleh, amal kebaikan yang mampu kita lakukan, semua itu adalah karena pertolongan dan atas ijin Allah SWT.

Tawadhu’ juga mutlak dimiliki bagi para pendakwah yang sedang berjuang meninggikan Kalimatullah di muka bumi ini, maka sifat tawadhu mutlak diperlukan untuk kesuksesan misi dakwahnya. Karena bila tidak, maka disaat seorang pendakwah mendapatkan pujian, mendapatkan banyak jemaah, dikagumi orang dan ketenaran mulai menghampirinya, tanpa ketawadhu’an, maka seorang pendakwah pun tidak akan luput dari berbangga diri atas keberhasilannya.

JEMBATAN SELAT SUNDA (JSS) !!! ANTARA SOLUSI VS BLUNDER INDONESIA

Bila dilihat dari segi ekonomi maka, tiap pulau di Indonesia mempunyai kelebihan masin-masing
1. Sumatra : Sentra Produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energy nasional
2. Jawa : Sentra Produksi untuk pendorong industri dan jaa
3. Kalimantan : Sentra Produksi Pusat Produksi dan pengolahan energy dan hasil tambang nasional
4. Sulawesi : Sentra Produksi pertanian, perkebunan dan perikanan
5. Papua : Sentra Produksi untuk memajukan SDA dan SDM yang ada

Bila dilihat dari jumlah penduduk, maka Sumatra mempunyai 64 juta penduduk dengan PDB 22% nasional, sedangkan Pulau Jawa memiliki 150 juta penduduk dengan 60% PDB nasional, maka apabila dengan adanya Jembatan Selat Sunda (JSS) akan membuat perekonomian bertambah dari 2 pulau tersebut.
Rencana pembangunan JSS masih dalam tahap persiapan dan sosialisasi. Dengan dibangunnya JSS, diusahakan akan mengurangi kemacetan yang ada di pantura dan membantu jalur selatan untuk penyeimbang.
Melihat dari kondisi JSS yang akan dibangun didaerah rawan gempa,
1. dimungkinkan lebarnya adalah sebanyak 3 jalur (Jalur Kereta Api, mobil, dan sepeda motor).
2. Railing track harus tebal karena arusnya kuat dan labil. Selain itu,
3. tinggi jembatan ke permukaan air laut rata-rata adalah sekitar 75 meter.
4. Panjangnya 28,6 km

Bila dilihat dari sisi lain, maka pembangunan JSS merupakan suatu kesalahan besar (baca : blunder)
1. Blunder 1 (Paradigmatik)
- Perancangan sistranas (system transportasi nasional) bias pulau besar dan bias moda jalan.
- Ketergantungan orang Indonesia dengan sepeda motor = HP
- Kementrian PU melangkahi Kemenhub
- Layanan transportasi berbasis rel terbengkalai, padahal moda transportasi ini lebih efisien
- Masyarakat semakin tergantung pada moda jalan pribadi (mobil dan sepeda motor)
- Kondisi layanan fery yang tak memuaskan saat ini adalah bentukkebijakan yang menomorsatukan moda darat at all costs
- Paradigma pulau besar (laut dan selat adalah pemisah
2. Blunder 2 (Topologi)
- Sebuah pulau besar adalah sebuah concave land mass domain karena adanya sungai-sungai dan teluk
- Membnagun 1 jembatan penghubung 2 pulau justru mebuat hubungan kedua pulau less connected, less compact
- Yang mengambil manfaat langsung dari jembatan hanya kawasan di kaki-kaki jembatan saja.

Solusinya
Paradigma Kepulauan
- Yang dibutuhkan adalah kapal, bukan mobil. Dengan menggunakan kapal maka beban muatannya akan dipikul oleh air laut.



- Tidak baik bila biaya untuk membangun jembatannya saja, lebih baik diratakan
- Tinggalkan Singgle mode trap
- Promosikan multi modality
- Perbaikan infrastruktur pulau terutama yang berbasis rel, buka tol
- Hilangkan ekonomi biaya tinggi
- Pengembangan prasarana dermaga dan layanan penerbangan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates